PROFIL UKM-PA MATERIAL

Adalah organisasi mahasiswa pecinta alam yang berada di bawah naungan Fakultas Teknik Universitas Samudra, organisasi ini berdiri pada tanggal 05 MEI 2010.

HSPN (hari sampah peduli nasional) 2017 "SAHABAT BUMI"

kami menyadari pentingnya bahaya sampah untuk beberapa tahun kedepan maka sedari dini mungkin kami memberikan didikan untuk generasi bangsa yang masih kecil kecil ini agar dapat menjaga lingkungannya.

BERSIH PANTAI LHOK MATA IE BANDA ACEH

Dalam rangka memenuhi undangan oleh ukm pal caniva 51 usk pertanian unsyiah kami dari ukm-pa material datang ke sana sekaligus mengikuti acara yang di buat oleh mereka yaitu bersih pantai lhok mata ie.

Quick rescue dan medis lapangan

adalah kegiatan yang di selenggarakan oleh Dinas Sosial Aceh yang bekerja sama dengan LSM koetaraja banda aceh, Xtrim langsa, dan pemerintah setempat, dalam hal ini kami dari UKM-PA MATERIAL bertindak sebagai peserta dan panitia

PKD KE-III UKM-PA UMPAL

PKD atau kepanjangan dari pusat koordinasi daerah adalah forum mapala setingkat daerah yang dilakukan tiga kali dalam setahun.

Sabtu, 06 Januari 2018

Ekspedisi Pegunungan Tamiang


               Ekspedisi yang mengambil tema ''menapaki puncak negeri raja muda sedia'' telah direncanakan dengan matang sebulan sebelum hari keberangkatan, kegiatan ini di nahkodai oleh 3 lembaga yaitu UKM-PA MATERIAL, ACEH TRACKER, dan UKM-PA JEMPA, perencanaan yang matang sangat diperlukan untuk melakukan ekspedisi ini mengingat jalur yang dilalui baru sekali dilewati yakni oleh tim ACEH TRACKER sendiri tepat setahun lalu.

               Untuk tahun ini tim akan membuka kembali jalur untuk ke gunung segama 2 dan kejuruan muda yang melewati jalur segama 1, persiapan ekspedisi dilakukan dalam beberapa tahap mulai dari fisik, pembekalan navigasi, pembekalan logistik, dan pembuatan papan penunjuk arah dan tempat yang masing masing ditugaskan kepada anggota yang ikut.
             
Anggota yang mengikuti ekspedisi ini adalah

1. SAID MURTHAZA (KETUA TIM)
2. FEBRI A. SYAHPUTRA (PENEBAS)
3. ANWAR CHAIDIR ( CO.NAVIGATOR)
4. ZULFIQAR KAMAL (PEMBUAT MARKER JALAN)
5. IKHSAN MUFTI (NAVIGATOR)
6. ALFIAN ZEBUA (LOGISTIK)

               Ekspedisi ini di rencanakan selama 7+1 hari walaupun kenyataan nya di lapangan menjadi bertambah karena faktor cuaca dll. kami berangkat pada minggu 24 desember dari kediaman ketua tim ekspedisi ini di gp.matang seulimeng menggunakan mobil angkutan umum menuju ke kota kuala simpang jam 10:47 dengan ongkos 15ribu/orang, perjalanan ini memakan waktu 1 jam, sesampainya di kota kuala simpang kami langsung menyambung angkutan umum yang menuju ke Pulo tiga yang menghabiskan ongkos serupa yakni 15ribu/orang. setibanya di pulo tiga kami langsung bersilahturahmi ke polsek dan koramil untuk pemberitahuan bahwa kami akan langsung menuju ke titik start pendakian ekspedisi ini.

              Untuk menuju ke titik start kami telah bernegosiasi sebelumnya dengan salah seorang penduduk di desa kaloy untuk mengantar kami ke kuala blutan, kami membayar mereka 300ribu untuk mengantar kami ke titik start yang ada di kuala blutan. sesampai di kuala blutan kami memutuskan untuk beristirahat dikarenakan waktu telah menunjukkan jam 18:00 tidak memungkinkan lagi untuk memulai start.

               Besoknya masalah kami mulai muncul hujan yang turun deras di pagi itu telah membuat debit air sungai meninggi menyebabkan start ekspedisi harus ditunda lagi untuk beberapa jam, jam 13:30 debit air sungai sudah menunjukkan tanda tanda akan menyurut kami pun langsung bersiap siap untuk berjalan, plot jalur yang telah kami rencanakan sebelumnya melewati/menyebrangi 6 sungai. untuk menuju camp pertama kami harus menyebrangi 4 sungai, perjalanan menuju camp pertama memakan waktu 4 jam. sesampainya di camp pertama kami langsung membuka flysit untuk bermalam di situ.

               Jam menunjukkan 07:00 itu pertanda kami harus bangun dan bersiap siap untuk berjalan lagi menuju titik selanjutnya yang sebelumnya kami makan terlebih dahulu untuk mengisi tenaga di perjalanan menuju camp kedua. perjalan menuju camp kedua mulai menampakkan kesulitannya batu yang tajam, semak yang masih rimbun tebing yang curam dan pacat(hewan penghisap darah) harus kami lewati. semua itu dapat kami lewati dengan semangat yang membara sepanas api yang menghangatkan kami tadi malam untuk tidur.

                Hari berikutnya cerita berubah, hutan rotan berduri tajam, semak pakis hutan, tebing terjal, dan tanah berlumpur yang diguyur hujan semalaman juga harus kami lewati agar bisa menembus puncak yang kami tuju. selama di perjalanan kami tidak terlalu kesusahan untuk mencari air karena ploting jalur yang kami ambil melewati titik titik sumber air untuk perbekalan di perjalanan entah itu air hujan air sungai dan air genangan hujan yang belum menyurut kami gunakan untuk minum. malam kami lalui dengan candaan dan bercerita kisah pribadi satu sama lain yang membuat hangat sehingga lupa kalau malam di situ dingin.

                Dikarenakan sebelumnya waktu start kami molor dan ditambah speed kami rendah menyebabkan kami terhutang hari target untuk mensiasati hal itu kami memecah perbekalan logistik agar mencukupi target. di camp ketiga kami memecah logistik kami dan menanam sebagian untuk perbekalan pulang nanti lalu beban sisanya dibagi sama rata untuk dimuat di masing masing cariel anggota. dibeberapa titik perjalanan kami melakukan esload ( setafet loading) yaitu sistem yang dilakukan untuk mempermudah membuka jalur, si penebas jalur tidak diwajibkan membawa carier selama menebas jalur itu akan memperlambat speed, yang membawa carier mereka adalah anggota team lainnya yg dilakukan, carier di angkat secara estafet dari satu titik ke titik lainnya.

               Untuk menuju puncak segama 1 adalah jalur yang terberat harus memanjat tebing batu setinggi 50 meter melewati hutan rotan dan lumut yang masih tebal semua itu kami lewati dengan hati hati agar selamat, kami tiba di puncak jam 14:00 hal pertama yang kami lakukan adalah bersyukur telah berhasil mencapai puncak teringgi di aceh tamiang. misi pertama telah berhasil tinggal misi kedua dan ketiga yaitu menembus jalur segama 2 dan puncak kejuruan muda, yang sayangnya hal itu gagal kami laksanakan dikarenakan faktor waktu perbekalan dan cuaca, yang tidak mendukung tapi setidaknya kami telah berhasil membuat jalur persimpangan ke kejuruan muda sehingga tidak perlu lagi melewati segama 1 jalur yang berhasil kami tembus sampai di batas sadel yang kami namai batu enam. deskripsi jalur yang berhasil kami potong berupa pinggiran lembah kecil, tebing batu dan hutan rotan berduri tajam.

              Demikian sedikit yang dapat penulis ceritakan seputar ekspedisi pegunungan tamiang ini semoga dengan adanya ekspedisi ini dapat menjadi salah satu destinasi wisata minat khusus bagi para pendaki yang suka dengan hutan gunung tropis. berikut penulis tampilkan beberapa photo selama kegiatan tersebut.

PENULIS : ANWAR CHAIDIR



















Minggu, 23 April 2017

PERESMIAN WORKSHOP BANK SAMPAH KOTA LANGSA



Dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 april setiap tahunnya, maka pada hari tersebut kota langsa telah resmi mempunyai Bank sampah yang telah diresmikan oleh walikota langsa sendiri, adapun lokasi bank sampah tersebut berada di TPA (tempat pembuangan akhir) di daerah kebon ireng langsa lama.

acara peresmian dimulai tepat pukul 15:00, bank sampah yang diprakarsai oleh akal foundation ini juga bekerja sama dengan bank muammalat bank sampah ini juga memproduksi
1.tong komposter skala rumah tangga
2.tong komposter dwifungsi
3.pupuk cair

acara dimulai dengan kata sambutan ketua kom.akal pak kocep yang mempresentasikan apa sih bank sampah ini, dilanjutkan dengan direktur bank sampah dan diresmikan oleh bapak walikota langsa, yang secara simbolik ditandai dengan pemberian buku rekening bank sampah dari direktur bank sampah ke bapak walikota langsa.

dengan adanya bank sampah ini walikota sangat bangga dengan hal ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah di kotanya, yang menurut undang undang jika kepala pemerintah tidak berhasil mengurangi sampah diwilayahnya selama kepala daerah tersebut menjabat dapat dikenai sanksi pidana.

adapun bentuk bentuk tabungan bank sampah ini adalah berupa, tabungan harian, lebaran dan tabungan pendidikan, teruntuk tabungan pendidikan dana yang bisa dicairkan untuk nasabah bank sampah adalah berupa peralatan2 pendidikan seperti baju sekolah anak, buku tulis dan lain lain,

untuk sampah yang ditabung dihitung per kilo nya 2.500/kg sampah plastik untuk sampah jenis lain bisa diliat dan datang sendiri ke tempat bank sampah tersebut berada.untuk pencairan dana sampah yang telah ditabung naabah bisa mencairkannya di bank muammalat yang telah bekerjasama dengan bank sampah ini.

sekian informasi yang dapat kami himpun dari acara peresmian ini.....
penulis : Anwar Chaidir

PENDAKIAN GUNUNG SIBUATAN



Gunung sibuatan yang memiliki ketinggian 2457 mdpl yang juga merupakan gunung tertinggi di sumatra utara terletak di kecamatan merek kabupaten karo, pada tanggal 14 april 2017 anngota muda ukm material melakukan kegiatan pendakian dan pemantapan annggota muda kami yang berjumlah 4 orang, dua annggota muda dan 2 anggota tetap.

adapun anggota muda yang telah berhasil melaksanakan pemantapan adalah mahardika/kenari dan fauzan efendi/ rimba, pendakian/pemantapan ini dilaknsanakan selama 5 hari, dimulai berangkat dari langsa pada hari rabu dan kembali lagi pada hari senin-nya.

pemantapan ini adalah sebagai salah satu jenjang organisasi untuk memberikan ilmu kepencita alaman kepada anggota muda yang baru selesai diksar, bentuk kegiatan pemantapan ini adalah memberikan pembelajaran ke anggota muda ilmu2 dasar pecinta alam, seperti navigasi, tali menali dan survival di hutan.

pemilihan gunung sibuatan sebagai tempat pemantapan anggota muda kami, karena di gunung ini selain merupakan puncak tertinggi di sumatra utara juga karena medannnya yang cukup menguras tenaga untuk mendakinya dan view yang didapat juga cukup memanjakan mata.

untuk biaya keberangkatan masing masing anggota dibantu oleh lembaga yang diambil dari uang kas lembaga

Bagaimana Cara ke Gunung Sibuatan

Dari Medan, Anda Dapat menuju Desa Naga Lingga, Kecamatan Merek, dengan menumpang sebuah angkutan umum jurusan Medan-Sidikalang. Butuh waktu sekitar 3 jam untuk tiba di desa ini. Setelah membayar ongkos Rp 15.000 per orang, Anda pun tiba di Naga Lingga.
Desa Naga Lingga adalah desa terdekat dengan rute pendakian. Ada sekitar 200 kepala keluarga menetap di pemukiman yang berada di sebelah timur laut Gunung Sibuaten ini. Desa Naga Lingga dihuni oleh campuran suku Karo dan Toba yang pada umumnya adalah petani.
sekianlah cerita singkat pendakian kami.

foto dokumentasi




Sabtu, 04 Maret 2017

HSPN (hari sampah peduli nasional) 2017 "SAHABAT BUMI"

Dalam rangka memperingati hari sampah peduli nasional atau yang biasa disingkat HSPN kami dari UKM PA MATERIAL mengadakan program kegiatan berupa pengenalan bahaya sampah yang kami lakukan dan tujukan untuk murid sekolah dasar di SDN2 meurandeh langsa. kami menyadari pentingnya bahaya sampah untuk beberapa tahun kedepan maka sedari dini mungkin kami memberikan didikan untuk generasi bangsa yang masih kecil kecil ini agar dapat menjaga lingkungannya.

Acara yang sederhana ini, kami mulai tepat pukul 08:00 pagi di SDN2 meurandeh berada tepat di dalam mushola SD tersebut, pembukaan acara dimulai oleh Riska rahayu/terbit selaku ketua umum untuk memperkenalkan dahulu organisasi kami ini, selanjutnya disambung oleh sri devi mahardika/kenari  yang memaparkan bahaya sampah dan jenis jenis sampah dalam bentuk power point slide kepada anak anak tersebut, dilanjutkan kepada zulfiqar kamal/pilar yang memandu untuk menonton film kartun tentang sampah.

Acara sangat antusias diikuti oleh semua peserta didik yang rata rata merupakan murid kelas 6, kami juga memperbolehkan anak anak memberi kan pertanyaan kepada kami tentang materi-materi yang kami paparkan tadi. dan sebaliknya kami juga membuat semacam kuis yang pertanyaan nya tidak jauh jauh soal materi tadi dan yang berhasil menjawab kami memberikan cenderamata dari kami.

Setelah itu sebelum acara kami tutup kami taklupa juga mengajak anak anak tersebut untuk turuntangan langsung mengutip sampah yang berserakan di pekarangan sekolah mereka, dan acara pun kami tutup dengan pembagian cendera mata, sertifikat, dan berfoto bersama murid murid dan ibu guru dan kepala sekolah dasar tersebut.

dengan berakhirnya acara ini kami berharap didikan yang kami sampaikan dapat berguna dan diamalkan oleh generasi generasi penerus kami agar tidak membuang sampah sembarangan lagi.

penulis: Anwar Chaidir - Cancel 009BC

foto dokumentasi:



















Jumat, 30 Desember 2016

GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN #AKSIKALIBER MATERIAL


Kegiatan peduli lingkungan yang dilaksanakan oleh UKM-PA MATERIAL pada tanggal 28 desember ini adalah salah satu program kegiatan tahunan, kegiatan ini dilaksanakan di sepanjang pinggiran sungai gampong sidodadi sampai sidorejo, bentuk kegiatan ini berupa pengutipan sampah anorganik/ sampah yang tidak mudah di urai oleh tanah yang kemudian dikumpulkan dan dibuang ke tempat pabrik sampah yang ada di desa matang setui, sp wii...

Selanjutnya sampah yang di tampung di pabrik sampah tersebut akan di olah menjadi BIOCHAR, biochar adalah sejenis pupuk tanaman yang dibuat dari olahan sampah, dengan adanya kegiatan ini kami ingin menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sampah terutama aliran sungai,

Dengan adanya kegiatan ini masyarakat yang membuang sampah sembarangan dengan sengaja dapat ''TERSINDIR'' oleh kegiatan kami ini, dan tidak lagi mebuang sampah ke pinggiran aliran sungai yang dapat merusak ekosistem air sungai. kegiatan kami ini memang tidak membuat sepenuhnya pinggiran sungai bebas dari sampah tapi setidaknya berhasil mengurangi hampir 80% jumlah sampah plastik di sepanjang aliran sungai tersebut.

Dan perlu kami informasikan khususnya untuk masyarakat kota langsa dan sekitarnya bahwa sampah bisa di barter dengan pupuk biochar oleh pabrik sampah yang ada di gp matang setui simpang wei. untuk sampah kayu dan sejenisnya bisa ditukar dengan uang seharga 150ribu/ satu truk, dan sampah plastik









Minggu, 13 November 2016

GERAKAN PUNGUT SAMPAH PLASTIK

ANGGOTA UKM-PA MATERIAL
Langsa adalah satau satunya kota yang memiliki pulau dilepas pantai yang berpenghuni banyak, maka dari itu sangat disayangkan masyarakat nya masih tidak perduli dengan kebersihan lingkungan mereka sendiri, hal itu lah yang membuat kami dari UKM-PA MATERIAL, dan LSM AKAL FOUNDATION, NANGGROE GEOGRAPHIC, LSM PANGLIMA LAOT, melakukan aksi/ gerakan kutip sampah plastik.

Acara ini dilaksanakan di pusong, perjalanan menuju ke lokasi kurang lebih memakan waktu 30 menitan perjalanan menggunakan speedboat, kegiatan ini di ikuti oleh 50 orang peserta yang sebelumnya sudah berkumpul dahulu di tempat penampungan ikan kuala langsa, sebagai titik temu untuk berangkat bersama menuju pusong.

Setelah semua panitia dan peserta berkumpul, perjalanan menggunakan speedboat dimulai, perjalanan di minggu pagi ini disertai dengan hujan gerimis, sesampainya kami di lokasi kami disambut oleh warga dan kepala desa/geuchik setempat. lalu semua peserta pun berjalan bersama untuk memulai rangakaian awal kegiatan yaitu kutip sampah.

Tak hanya kutip sampah acara ini juga di rangkaiakan dengan penanaman bibit pohon di beberapa daerah pusong tersebut, selain itu juga team kegiatan juga membagikan selebaran tentang bahaya membuang sampah sembarangan. acara ini sangat antusia di ikuti oleh warga setempat.

Kegiatan ini berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 463,5 kg atau hampir setengah ton, walaupun acara ini tidak sepenuhnya mengurangi sampah di permukaan daratan pusong, setidaknya 70% sampah terangkut dari daratan pusong yang kami bawa selanjutnya ke seberang pulau, untuk dibuang pada tempat semestinya.

Dengan ada nya acara ini diharapkan masyarakat lebih perduli terhadap kebersihan dan keindahan lingkungannya.

berikut kami lampirkan beberapa foto dokumentasi kegiatan ini.

writer: Anwar Chaidir (NRA: 009.VII.III.XIII.BC) Cancel